Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Mei 2010
Tips Merawat Senar
Salah satu masalah yang sering dihadapi para bass player adalah masalah senar. Masalah ini biasanya membuat kita menjadi malas latihan. Tapi jangan khawatir, berikut ini adalah beberapa tips untuk merawat senar gitar bass.
1. Apabila senar bass suaranya sudah mendem, caranya bisa di rebus di dalam air panas (kalau bisa mendidih) untuk sekitar 10 menit. Setelah itu angkat dan dikeringkan dengan lap sampai bersih, niscaya suaranya akan 'bright' lagi mendekati baru. Tips ini berguna sekali buat senar bass. Senar bass yang sudah sangat berkeringat dan lembab sangat ampuh di'recover' dengan cara merebus ini.
2. Pernah coba menggunakan Thinner? Itu juga bisa. Atau cairan khusus untuk senar gitar. Di lap (dengan dicamput cairan tersebut) berulang-ulang sehingga benar2 bersih (biasanya lap-nya jadi kotor).
3. Selalu membersihkan senar dengan lap setelah dipakai sampai benar-benar bersih.
4. Selain kwalitas senar, juga diperhatikan tempat penyimpanan (hardcase yang baik), dan udara/suhu tempat kita tinggal. Seperti di daerah Singaraja (Bali), meskipun senar udah lumayan bagus, tapi tetap aja cepat berkarat, karena udara yang agak mengandung garam (deket laut), ditambah lagi hardcase kurang bagus.
5. Tiap kali mau disimpan atau setelah dipakai, di bersihkan menggunakan singer-oil (minyak untuk mesin jahit). Singer-oil, harganya cuma Rp 2rb / botol.
6. Senar akan lebih cepat korosi jika kita jarang menggunakannya. Jadi, pegang sesering mungkin senar anda, agar tidak mudah korosi.
Jangan lupa bahwa kualitas senar merupakan salah satu faktor penentu kualitas sound yang dihasilkan bass. Jadi rawatlah senar anda sebaik anda merawat bass anda
1. Apabila senar bass suaranya sudah mendem, caranya bisa di rebus di dalam air panas (kalau bisa mendidih) untuk sekitar 10 menit. Setelah itu angkat dan dikeringkan dengan lap sampai bersih, niscaya suaranya akan 'bright' lagi mendekati baru. Tips ini berguna sekali buat senar bass. Senar bass yang sudah sangat berkeringat dan lembab sangat ampuh di'recover' dengan cara merebus ini.
2. Pernah coba menggunakan Thinner? Itu juga bisa. Atau cairan khusus untuk senar gitar. Di lap (dengan dicamput cairan tersebut) berulang-ulang sehingga benar2 bersih (biasanya lap-nya jadi kotor).
3. Selalu membersihkan senar dengan lap setelah dipakai sampai benar-benar bersih.
4. Selain kwalitas senar, juga diperhatikan tempat penyimpanan (hardcase yang baik), dan udara/suhu tempat kita tinggal. Seperti di daerah Singaraja (Bali), meskipun senar udah lumayan bagus, tapi tetap aja cepat berkarat, karena udara yang agak mengandung garam (deket laut), ditambah lagi hardcase kurang bagus.
5. Tiap kali mau disimpan atau setelah dipakai, di bersihkan menggunakan singer-oil (minyak untuk mesin jahit). Singer-oil, harganya cuma Rp 2rb / botol.
6. Senar akan lebih cepat korosi jika kita jarang menggunakannya. Jadi, pegang sesering mungkin senar anda, agar tidak mudah korosi.
Jangan lupa bahwa kualitas senar merupakan salah satu faktor penentu kualitas sound yang dihasilkan bass. Jadi rawatlah senar anda sebaik anda merawat bass anda
Rabu, 17 Maret 2010
Tips Memilih Bass
Belajar bass tentunya harus disertai dengan fasilitas yang cukup. Salah satunya dengan memiliki gitar bass. Perlu diketahui bahwa belajar bass dengan gitar kayu tidak akan sama dengan belajar bass dengan gitar bass sesungguhnya. Selain karena ukuran senar yang berbeda, ukuran antar fret, sound yang dihasilkan juga tidak sama hingga tidak akan terasa feelingnya. Bagi anda yang ingin membeli bass, anda butuh pengetahuan untuk bisa mendapat bass yang baik dan terjangkau. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bass, antara lain:
Neck
Bagian ini perlu diperhatikan, yang pertama adalah apakah ada truss rodnya? Apakah masih lurus atau justru sudah sedikit bengkok. Biasanya jika bahannya terbuat dari kayu memiliki truss rod, berbeda dengan yang terbuat selain dari kayu tidak memiliki truss rod. Truss rod berfungsi untuk meluruskan neck yang mulai bengkok. Biasanya truss rod letaknya di kepala neck dekat nut atau dibawah dekat pick up. Apabila menemukan bass yang necknya sudah sedikit bengkok lebih baik jangan dibeli.
Wood
Ada beberapa kayu tertentu yang mempengaruhi bagus tidaknya sound sebuah bass. Sebuah bass dari kayu tertentu akan punya sound lebih bagus daripada kayu lainnya atau justru bahan yang non kayu.
Badan bass umunya dibuat dari kayu mahoni, walnut, maple dsb. Neck pun juga begitu, ada yang terbuat dari kayu maple, rosewood maupun wenge. Kayu wenge adalah tipikal kayu yang paling keras dan tahan terhadap perubahan cuaca seperti di Indonesia.
Tune machine
Bagian kepala bass, tempat senar dipasang ini. Ada beberapa merek bagus sepeti Gotoh dan biasanya digunakan pada bass yang high end. Tune machine yang bagus tidak boleh terlalu keras atau juga sebaliknya.
Electronics
Dalam sebuah bass bisa dibagi atas 2 electronics :
1. Pick up (neck & bridge pick up);
Pick up yang bagus tentunya tidak menghasilkan desis terlalu banyak. Pick up banyak
pilihannya mulai dari Seymour Duncan yang soft, EMG, Di Marzio (agak sedikit macamnya untuk bass), dan Bartolini.
2. Tone control / control cavity (volume, treble, bass, dsb).
Bagian kedua adalah tone control. Di bawah tone control banyak terdapat komponen
elektronik. Tapi yang terpenting adalah back cover atau penutup control cavity ini harus dilapisi baik oleh cat khusus ataupun sejenis alumunium foil. Ini gunanya untuk meminimize 60Hz.Bridge
Ada banyak tipe bridge, dan mungkin ada baiknya anda memilih yang mudah pada saat melakukan ganti senar. Artinya, senar tidak perlu dimasukan ke lubang dari bawah. Contohnya Alembic maupun Ibanez SDGR menggunakan bridge yang memudahkan tanpa harus memasukkan ujung senar dari bawah. Ini sangat membantu kalo mau ganti senar.
Overall weight
Berat keseluruhan juga harus perhitungkan. Kalo digunakan untuk recording, mungkin berat tidak terlalu menjadi masalah, tapi jika mau beli bass untuk perform on stage, sebaiknya pilih yang tidak terlalu berat. Untuk bass dengan sambungan antara neck dengan body menggunakan baut biasanya lebih ringan daripada yang tanpa baut. Contohnya Alembic antara neck dengan body tidak menggunakan baut. Jadi hanya di lem tentunya ini menambah berat keseluruhan.
Selamat membeli gitar bass.
Kamis, 24 September 2009
Tips Memodifikasi Bass
Memodifikasi sebuah alat musik sebenarnya sudah ada sejak dulu, dimanapun musisi itu berasal, maksudnya bagi sebagian musisi hal seperti ini sudah seperti hobby mereka. Jadi alasannya tidak selalu pada masalah dana yang belum mencukupi untuk membeli bass baru sesuai dengan yang diidamkan.
Modifikasi sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari yang paling umum (hal ini paling banyak dilakukan) yaitu mengganti pick up, mengganti neck atau body (dengan bahan kayu yang berbeda termasuk model dan skala yang ikut berbeda pula), mengganti circuit, mengganti bridge dan string tunner, dan terakhir mengganti ukuran fret atau perubahan fretted/fretless.
A. Mengganti Pick Up Ini yang paling sering dilakukan bass player, tujuannya ingin merubah karakter sound dari yang sebelumnya atau juga merubah pick up passive menjadi active. Karena adanya anggapan beda merk akan berbeda karakter sound-nya, dan beda jenis (seperti humbucker dan precision) akan beda karakter sound. Sebenarnya kedua-duanya benar hanya saja urut-urutan kalau mau di ukur kadar perbedaannya dari yang paling menonjol adalah jenis pick up humbucker, precison, atau yang model jazz bass, perbedaan karakter pick up ini disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah jenis magnet yang dipergunakan pick up tersebut. Dan untuk merk pasti ada sedikit perbedaan (biar tidak sama dengan merk lain) tapi pada dasarnya karakter tetap sesuai dengan skema atau komponen-komponen pada jenis-jenis pick up diatas.
B. Mengganti Neck dan Body
Ada juga yang ingin merubah sound bass dari body-nya, dalam artian merubah jenis kayunya dan bukan desainnya (model). Karena memang perbedaan kayu pada body lumayan ada pengaruhnya untuk sound yang dihasilkan. Umumnya jenis kayu-kayu yang jadi bahan untuk gitar adalah maple, mahogany, bubinga, koa, zebra wood, ash wood. Kayu-kayu ini terpilih karena resonansinya bagus untuk suara dan kuat tapi serat kayunya dinamis (tidak kaku). Jenis maple karakternya lebih bright (hi) dan biasanya untuk neck, ada juga bubinga yang lebih mid (halus) soundnya, dan boddy kebanyakan mahogany, ash, atau agatis.
Kalau ingin mengganti jumlah fret misalkan dari 20 ke 24 atau sebaliknya loe perhatikan pada skalanya, karena skala tersebut tersebut akan berpengaruh pada tension (ketegangan) senar dan juga picth dari tone di setiap fret. Skala ini biasanya di ukur dari nut sampai bridge (bagian terdalam) dan sebaiknya teman-teman konsultasi terlebih dahulu ke pembuat neck-nya. Karena masing-masing bass (merk) berbeda skala.
Kalau ingin mengganti jumlah fret misalkan dari 20 ke 24 atau sebaliknya loe perhatikan pada skalanya, karena skala tersebut tersebut akan berpengaruh pada tension (ketegangan) senar dan juga picth dari tone di setiap fret. Skala ini biasanya di ukur dari nut sampai bridge (bagian terdalam) dan sebaiknya teman-teman konsultasi terlebih dahulu ke pembuat neck-nya. Karena masing-masing bass (merk) berbeda skala.
C. Mengganti Circuit
Mengganti circuit (knob-knob yang terdapat di body/ mesin di dalam bass) biasanya untuk merubah dari passive ke active circuit. Kalau merubah circuit passive menjadi active sebaiknya pick up tetap passive, ini untuk menghilangkan noise (daya berlebih) atau gain yang berlebihan.
Ada merk pick up yang menjual satu paket pick up jenis jazz bass ataupun precision yang sekalian dengan potensionya, tergantung anda maunya seperti apa. Circuit active berarti ada fasilitas EQ-nya, sedangkan passive belum ada EQ. Baik bass active ataupun passive itu sama saja, semua lebih kepada kebutuhan si musisi dan selera.
Ada merk pick up yang menjual satu paket pick up jenis jazz bass ataupun precision yang sekalian dengan potensionya, tergantung anda maunya seperti apa. Circuit active berarti ada fasilitas EQ-nya, sedangkan passive belum ada EQ. Baik bass active ataupun passive itu sama saja, semua lebih kepada kebutuhan si musisi dan selera.
D. Mengganti Bridge Atau Tunner Machine
Untuk yang satu ini agak jarang terjadi, meskipun ada juga yang mencobanya. Jenis dan tipe bridge bermacam-macam, yang mendasar adalah perbedaan pada jenis mono rail atau standard. Untuk yang jenis standard loe2 semua sudah tahu, sedangkan untuk jenis mono rail (terpisah satu-satu dan tidak berpijak di lempengan yang sama) dimaksudkan agar getaran senar yang satu tidak merambat ke senar lainnya, dengan demikian sedikit meredam noise dan sound dari not tidak dikotori oleh senar lainnya. Untuk penggantian tunner machine tidak begitu pengaruh ke sound, ini biasanya untuk keawetan dan lebih ke model. Ada juga tunner machine yang memiliki fasilitas untuk mengunci senar agar tidak gampang lepas dari tunner machine seperti yang terdapat pada merk wilkinson. Bahkan ada juga yang terdapat fasilitas D-tunner/drop D pada tunner untuk senar E, fungsinya untuk menurunkan nada E turun 1 menjadi D. Tergantung anda membutuhkan yang mana. D-tunner juga ada pada bridge mono rail (senar E) seperti pada Ibanez SR 300 Prestige (Jepang).
E. Mengganti Ukuran Fret (Fretted ke Fretless)
Ukuran fret bisa dibilang memiliki pengaruh ke sound meskipun tidak secara langsung. Maksud disini perbedaan ukuran, ialah lebih pada kenyamanan tangan kiri dalam menciptakan not-not yang bagus (clarity). Mungkin di beberapa teknik bermain bass ukuran fret juga berpengaruh di dalam kenyamanan. Sedangkan perubahan fretted ke fretless atau sebaliknya juga ada pengaruh pada sound, kalau dari fretted ke fretless (fretless yaitu fretnya dihilangkan/tanpa fret) lebih mudah karena tanpa harus memikirkan skala tiap fret, tapi tidak semua jenis bass bagus dijadikan fretless, karena sound bass fretless itu khas dan spesifik. Dan untuk merubah fretless ke fretted lebih sulit di karenakan loe harus benar2 tepat pada skala tiap-tiap fret (dari fret 1 sampai seterusnya), salah didalam skala akan mengahasilkan sound atau not yang fals (sumbang) pada not yang terdapat di fret yang skalanya salah tersebut.
Selamat memodifikasi bass dan menikmati hobby baru.
Kamis, 21 Mei 2009
Penalaan/Tunning Pada Senar Bass
Ada beberapa cara penalaan/tunning pada senar bass,
- Pada bass yang memiliki 4 senar biasanya ditalakan ke "G-D-A-E", "G-D-A-D", "G-D-G-D", "D-A-E-B", "F-C-G-D" atau "F-C-G-C".
- Pada bass yang memiliki 5 senar biasanya ditalakan ke "G-D-A-E-B" tapi terkadang "C-G-D-A-E".
- Pada bass yang memiliki 6 senar biasanya ditalakan ke "C-G-D-A-E-B" atau "B-G-D-A-E-B", walaupun "E-B-G-D-A-E" juga sering digunakan.
Penalaan di atas diurutkan berdasarkan nomor senar (senar 1, senar 2, dan seterusnya), di mana senar 1 adalah senar terbawah dari gitar bass (senar yang paling tipis).
Pemain bass memilih menggunakan bass dengan lima senar atau pun enam senar dikarenakan lebih luasnya jangkauan nada yang bisa dimainkannya. Bass bersenar enam jarang dipakai daripada bass bersenar empat dan bass bersenar lima. Biasanya bass bersenar enam ini banyak dipakai oleh pemain bass beraliran jazz, walaupun tidak dimungkiri pemain beraliran rock-pun ada juga yang memakainya, dikarenakan lebih luasnya jangkauan nada yang bisa dimainkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
