Tampilkan postingan dengan label bass lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bass lesson. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Januari 2011

Belajar Membaca Tab Bass

Mohon maaf sebelumnya, karena kesibukan yang benar-benar padat dari mengajar bass, sidang skripsi, sampai TC kejurnas kempo, baru hari ini bisa meluangkan waktu untuk kembali ke dunia maya.


Karena banyak temen-temen yang menanyakan kepada saya cara membaca tablatur (tab), maka pada postingan kali ini, saya akan sedikit menjelaskan bagaimana cara membaca sebuah tab bass.


Sebenarnya membaca sebuah tab sama halnya seperti membaca buku, bagi orang awam jauh lebih mudah dibandingkan dengan membaca secarik kertas penuh dengan not balok. Kita hanya perlu belajar dan banyak berlatih....


Pada dasarnya, pembacaan senar selalu dihitung dari senar bawah. Anggap garis putus-putus ini adalah 4 senar bas


-----------------------    ini adalah senar G (senar 1 dari bawah)
-----------------------    ini adalah senar D (senar 2 dari bawah)
-----------------------    ini adalah senar A (senar 3 dari bawah)
-----------------------    ini adalah senar E (senar 4 dari bawah)


Gambar garis putus-putus (--------) adalah jumlah ketukan (interval) antara nada yang satu dengan yang lain atau biasa disebut dengan ketukan.


Tulisan "angka" adalah petunjuk untuk mengetahui fret (kolom) mana yang akan ditekan.
Berikut keterangannya:
0 = Senar tidak ditekan pada fret
1 = Senar ditekan pada fret 1 dari paling ujung
2 = Senar ditekan pada fret 2 dari paling ujung
3, 4, 5, dst.


Berikut ini juga adalah karakter/simbol yang banyak digunakan dalam tab:
v = vibrato (kadang dituliskan ~)
/ = geser ke atas
h = hammer on
b = bend string up
r = lepas bend
\ = geser ke bawah
t = tap dengan tangan kanan
x = mainkan ‘note’ dengan damping yang berat
p = pull off



Agar kamu bisa lebih mengerti, saya berikan contoh:


Contoh 1:


------------0000
--------0000----
----0000--------
0000------------




Artinya: EEEE (senar 4), AAAA (senar 3), DDDD (senar 2), dan GGGG (senar 1) dimainkan bergantian

Atau penjelasan kotornya seperti ini : 
  • Senar E yang ke 4 dari bawah dan ke 1 dari atas di bass kamu dipetik 4 kali 
  • Senar A yang ke 3 dari bawah dan ke 2 dari atas di bass kamu dipetik 4 kali
  • Senar D yang ke 2 dari bawah dan ke 3 dari atas di bass kamu dipetik 4 kali
  • Senar G yang ke 1 dari bawah dan ke 4 dari atas di bass kamu dipetik 4 kali

Contoh 2:

-0-1-2-3-4-5-------------
---------------------------
---------------------------
---------------------------

Artinya: Memainkan sederetan not (E F F# G G# A) pada bagian bawah senar E dengan menggerakkan fret secara berurutan, dimulai dengan string terbuka.

Contoh 3:


——————44———————
————33——55——————
——22——————66————
11——————————77——

Artinya: FF (senar 4), BB (senar 3), FF (senar 2), BB (senar 1), GG (senar 2), D#D# (senar 3), dan BB (senar 4) semua senar dipetik 2 kali.

Contoh 4:

——3——————————————————
—————————————————————
——5——————————————————
—————————————————————

Artinya: kedua note ini dimainkan bersamaan, seperti kord pada gitar

Baik saya rasa contoh-contoh diatas sudah cukup untuk bisa dimengerti. selanjutnya kamu hanya tinggal belajar mencobanya dengan mendownload tab-tab bass di internet. Namun satu hal yang harus dimengerti. Biasanya akan lebih mudah untuk memainkan tab dari lagu yang sudah kamu kenal baik daripada lagu yang belum pernah kamu dengar karena akan lebih terbiasa dengan irama dari lagu yang sudah dikenal.

Selamat berlatih!!


Jumat, 24 September 2010

Belajar Bass Jalan

Pernahkah kalian melihat basis-basis beraliran japanese rock melakukan perform. Permainan bass mereka kental dengan permainan yang biasa dikenal "bass jalan". Contohnya saja Tetsu (Larc-en-Ciel) atau Wima (Jrocks), mereka bermain dengan kecepatan, kerapian dan tingkat kesulitan yang dianggap tinggi bagi kebanyakan bassis.

Sebenarnya bermain seperti itu bisa kalian pelajari secara otodidak (belajar sendiri) tanpa perlu mengeluarkan uang 75 ribu perjam untuk menyewa guru privat bass. Kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu berdasarkan pengalaman pribadi saya yang telah saya gunakan selama belajar bass di bangku SMA tentang bagaimana cara belajar bass jalan yang benar untuk membiasakan jari-jari bergerak cepat tapi rapi.

Yang pertama mesti kalian siapkan ya jelas gitar bass. Untuk belajar tidak perlu menggunakan bass seharga jutaan rupiah, cukup yang murah saja (atau bisa meminjam bass milik teman). Setelah gitar bass sudah ditangan kalian lakukan sedikit pemanasan/peregangan pada jari-jari agar tidak terjadi kram otot nantinya (berdasarkan pengalaman pribadi, satu bulan pertama kalian melakukan metode ini kram bisa saja terjadi akibat kurangnya pemanasan).

Setelah semua syarat diatas terpenuhi maka kalian bisa masuk ke sesi latihan. Perhatikan gambar di bawah ini.
Tempatkan jari telunjuk pada titik nomer 1, jari tengah padatitik nomer 2, jari manis pada titik nomer 3, dan jari kelingking pada titik nomer 4. Setelah itu mainkan nada secara bergantian dari titik 1 - 2 - 3 - 4, lakukan secara perlahan dan ulangi terus hingga jari kalian merasa kelelahan. setelah jari kalian kelelahan, istirahatkan selama 1 menit lalu coba lagi dengan kecepatan yang lebih cepat. INGAT!! Usahakan nada yang terdengar rapi, jangan asal cepat tapi berantakan. Oleh sebab itu lakukan secara bertahap hingga kalian merasa mampu menambah kecepatan.

Setelah puas dengan nada itu lakukan lagi dengan cara terbalik. Mainkan nada secara bergantian dari titik 4 - 3 - 2 - 1, lakukan lagi persis seperti cara di atas.

Sekarang kalian perhatikan gambar di bawah ini.
Sekarang kalian gunakan metode latihan di atas dengan variasi latihan yang lain. Mainkan nada dititik 1 - 2 - 3 - 4 (pada senar 4, perhatikan gambar), kemudian lanjutkan pada senar yang lain, mainkan nada dititik 5 - 6 - 7 - 8, teruskan hingga nada dititik 16. Lakukan secara berulang-ulang, lalu coba dengan melakukannya secara terbalik (dari titik 16 sampai 1). INGAT!! Usahakan nada yang terdengar rapi, jangan asal cepat tapi berantakan.

Setelah melakukan metode ini apakah kalian sudah dianggap pantas untuk bermain bass jalan? Belum! Kalian perlu melakukan gerakan variasi lainnya. Perhatikan gambar di bawah.
Lakukan lebih banyak variasi lagi. Dengan latihan yang rutin (10 menit setiap baru bangun dan 1 jam setiap sore) maka tak lama lagi Indonesia akan punya banyak bassis-bassis handal. Selamat berlatih!

Minggu, 19 September 2010

Kunci Dasar Bass (2)


Wah setelah lama tidak aktif, akhirnya sekarang saya bisa posting sesuatu di blog ini. Kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana kunci bass pada saat memainkan nada # (kres). Mungkin ini sudah diluar kepala bagi kebanyakan bassis, namun berdasarkan banyaknya permintaan maka saya merasa perlu untuk membuat postingan ini, ini semua demi kemajuan bassis di Indonesia.
Ok langsung saja, di bawah ini sudah saya buat gambar yang menunjukkan kunci-kunci kres.

Kunci A#

Kunci C#

Kunci D#

Kunci F#

Kunci G#

Titik hitam yang terdapat dalam gambar adalah titik yang ditekan saat memainkan kunci kres. Untuk penjelasan lebih lanjut bisa dilihat pada postingan saya terdahulu yang berjudul "Kunci Dasar Bass"

Jumat, 05 Juni 2009

Interval

Interval adalah awal dari bagaimana chord bisa terbentuk sehingga harmoni bisa terbentuk. Tentu saja kita harus mempelajarinya agar dapat mengetahui bagaimana susunan dasar dari sebuah chord.

Mengapa anda harus belajar teori?

Teori adalah "tools" buat musisi. Dengan mempelajari teori anda dapat mengetahui alasan kita bermain seperti itu, bagaimana cara bermain seperti itu, bagaimana cara menghasilkan musik yang seperti itu. Tentu saja ide-ide kita jadi berkembang lebih luas dengan adanya teori.

Mengapa anda harus belajar interval?

Interval adalah awal dari bagaimana chord bisa terbentuk sehingga harmoni bisa terbentuk. Tentu saja kita harus mempelajarinya agar dapat mengetahui bagaimana susunan dasar dari sebuah chord. Pada saat anda sudah mengetahuinya dengan lebih baik, ini akan sangat membantu saat anda "transcribe" (dalam bahasa populernya ngulik) sebuah lagu, karena dengan menguasai interval, anda sudah dapat mengetahui susunan melodi dan chord tersebut, bahkan tanpa menggunakan alat musik.


Interval (1)

Yang membangun melodi dan harmoni adalah interval, dapat dikatakan interval adalah jarak antara dua nada. Contoh berikut akan menggambarkan jarak interval dari nada pertama (Root), jarak yang terkecil (jarak setengah nada/half step) hingga ke oktaf/octave.

Contoh Interval pada C major scale

C major scale:
C D E F G A B C

1 2 3 4 5 6 7 8

FIRST INTERVAL.......................Root/prime note/note awal
SECOND INTERVAL.................Jarak dari C ke D
THIRD INTERVAL......................Jarak dari C ke E
FOURTH INTERVAL..................Jarak dari C ke F
FIFTH INTERVAL.......................Jarak dari C ke G
SIXTH INTERVAL......................Jarak dari C ke A
SEVENTH INTERVAL...............Jarak dari C ke B
EIGTH INTERVAL......................Jarak dari C ke C yang lebih tinggi/octave

Interval-interval tersebut terdapat dalam C major scale dan dinamakan diatonic interval. Ada dua macam interval dalam diatonic interval yaitu major interval dan perfect Interval

C ke C adalah Unison

C ke D adalah Major Second

C ke E adalah Major Third

C ke F adalah Perfect Four

C ke G adalah Perfect Fifth

C ke A adalah Major Sixth

C ke B adalah Major Seventh

Kamis, 04 Juni 2009

Bass Tab (Lepaskan Diriku-J Rocks)

Karena banyaknya email yang masuk yang isinya meminta saya untuk mempostingkan tab-tab bass lagu milik J Rocks, pada postingan kali ini saya akan memberikan tab bass lagu Lepaskan Diriku.

Intro
G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|————————–|————————–|–3–3–3–3–3–3–3–3–|–3–3–3–3–3–3–3–3–|
E|————————–|—————–3–/—-|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|-10-10-10-10-10-10-10-10–|-10-10-10-10-10-10-10-10–|————————–|————————–|
A|/————————-|————————–|–7–7–7–7–7–7–7–7–|–7–7–7–7–7–7–7–7–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|
A|-10-10-10-10-10-10-10-10–|-10-10-10-10-10—-10—–|
E|————————–|—————-10—-10-|

Verse 1
G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|———-/5–5———–|————————–|————————–|
A|——–3–3–3–3–3–3–|–3–3–3——–3–5–6–|–7–7–7–7–7–7–7–7–|–7–8–7–7—–7——–|
E|————————–|————————–|————————–|——————–7–0–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|————————–|————————–|————————–|—–2—–3—–2—–2–|
E|–1–1–0–1–1–1–0–1–|–1–1–0–1–1–1–0–1–|–4–4–4–4–4–4–4–3–|–3—–3———–3—–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|———-/5–5———–|————————–|————————–|
A|——–3–3–3–3–3–3–|–3–3–3——–3–5–6–|–7–7–7–7–7–7–7–7–|–7–8–7–7—–7——–|
E|————————–|————————–|————————–|——————–7–0–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|————————–|————————–|————————–|——–2—–3—–2—–|
E|–1–1–0–1–1–1–0–1–|–1–1–0–1–1–1–0–1–|–4–4–4–4–4–4–4–3–|–3–3—–3—–3—–3–|

Pre-chorus 1
G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|–/7—–/7—————|————————–|————————–|
A|–7—7—7——-7——-|—————–7–7—–|–5—5—5——-5——-|——–2—–3–2—–2/-|
E|————–7——-5—|———————–5–|————–5——-3—|—–3—–3——–3—–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|–/7—–/5——5——–|————————–|————————–|
A|–7—7—7——-7——-|——————–7—–|–5—–3–5–5—–3–5–|–5—–3–5–5—–3—–|
E|————–7——-5—|———————–5–|—–5———–5——–|—–5———–5—–5–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|————————–|————————–|————————–|————————–|
E|–6——–6–6–6–6–5–|–3——–3–3–3–3–3–|–3–/15——————|————————–|

Chorus 1
G|————————–|——-/7–5—–5–4—–|————————–|——-/7–5—–5–4—–|
D|————————–|—–5—————–5-|————————–|—–5—————–5-|
A|–3–3–3–3–3–3–3–3–|–3———————–|–2–2–2–2–2–2–2–2–|–2———————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–1–1–1–1–1–3–1–0–|–0–0–0–0–3–0–3–0–|–5–5–5–5–5–5–5–5–|–5–5–5–5–5/17——-|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|—–/7—7——-3—5/–|——–3–3–5–3—–0–|–2–/9——-7–7–5–7–|–7–5–5–3–3–2–3–2–|
A|–5———–5———–|—–5————–2—–|————————–|————————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|—–/7—7——-3—5—|–5–3–3–2–2–3–3–5–|————————–|——————–9—–|
A|–5———–5———–|————————–|–3–3–3–3–3–3–3–3–|–3–3–3–3–3-10—-10–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|
D|-10———————–|
A|————————–|
E|————————–|

Verse 2
G|—-12-10–9————–|————————–|————————–|————————–|
D|————-12-10–9—–|————————–|————————–|————————–|
A|———————-10–|–3—–2–3————–|–3—–2–3—–3–5–6–|–7——–7————–|
E|————————–|—–3—————–3–|—–3——————–|—–X–7————–7–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–7——–7————–|————————–|————————–|————————–|
E|—–X–7————–0–|–1–0–1–1———–0–|–1–0–1–1———–3–|–4–0–3–4———–1–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|———–2–2—–2—–|–3—–2–3————–|–3—–2–3—–3–5–6–|–7——–7————–|
E|–3–X–3——–3—–3–|—–3—————–3–|—–3——————–|—–X–7————–7–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–7——–7————–|————————–|————————–|————————–|
E|—–X–7————–0–|–1–0–1–1———–0–|–1–0–1–1———–3–|–4–0–3–4———–1–|

G|————————–|
D|————————–|
A|———–2–2—–2—–|
E|–3–X–3——–3—–3–|

Pre-chorus 2
G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–7—7—7——-7——-|——————–7–5–|–5—5—5——-5——-|——————–5–6–|
E|————–7——-5—|–5—–0–5–0–5——–|————–5——-3—|–3——–0–3–0——–|

G|————————–|————————–|——————-/9–7–|————————–|
D|————————–|————————–|—————–5——–|–7–9h10p9h10p9—-9—–|
A|–7—7—7——-7——-|————————–|–5–5–5–5–5———–|—————–10—10–|
E|————–7——-5—|–5—–0–5–0–5–0—–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|————————–|————————–|————————–|————————–|
E|–6——–6–6–6–6–5–|–3——–3–3–3–3–3–|–3–/15—————–|————————–|

Chorus 2
G|————————–|——-/7–5—–5–4—–|————————–|——-/7–5—–5–4—–|
D|————————–|—–5—————–5-|————————–|—–5—————–5-|
A|–3–3–3–3–3–3–3–3–|–3———————–|–2–2–2–2–2–2–2–2–|–2———————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–1–1–1–1–1–3–1–0–|–0–0–0–0–3–0–3–0–|–5–5–5–5–5–5–5–5–|–5–5–5–5–5/17——-|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|—–/7—7——-3—5/–|——–3–3–5–3—–0–|–2–/9——-7–7–5–7–|–7–5–5–3–3–2–3–2–|
A|–5———–5———–|—–5————–2—–|————————–|————————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|—–/7—7——-3—5—|–5–3–3–2–2–3–3–5–|——–2—–3–2—-/10-|—10-/12-10–9–5——–|
A|–5———–5———–|————————–|–3——–3——–3—–|——————–7–5–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–3—–3——–3–3—–|–3–3–3–3—–3–3—–|–7—–7—–7–7–7—–|-10-10-10-10-10-10-10-10–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

Interlude
G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|————————–|————————–|————————–|——–5–5–6–5—–5–|
E|–4–4–4–4–4–4–4–4–|–4–4–4–4–4–4/11–4–|–6–6–6–6–6–6–6–6–|–6–6————–6—–|

G|——–8————–8–|——–8————–8–|————————–|————————–|
D|——————–8—–|——————–8—–|——–5————–5–|——–5—————–|
A|–6———–6–6——–|–6———–6–6——–|——————–5—–|————————–|
E|————————–|————————–|–3———–3–3——–|–3———0-3—/——|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|——–6———–6—–|——–6——–3——–|——–5—–5–6–5-/8–|–8–6–6–5–5–6–5—–|
E|–4–4—–4–4–4—–4–|–4–4—–4–4—–6–4–|–6–6—–6————–|———————–6–|

G|————————–|—————–9-10-12–|————————–|
D|————————–|——–9-10-12———–|————————–|
A|————————–|-10-12——————–|-10———————–|
E|–3–3–3–3–3–3–3–3–|————————–|————————–|

Chorus 3/Outro
G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|-10-10-10-10-10-10-10-10–|-10-10-10-10-10-10-10-10–|–9–9–9–9–9–9–9–9–|–9–9–9–9–9–9–9–9–|
A|————————–|————————–|————————–|————————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|–8–8–8–8–8–8–8–8–|–7–7–7–7–7–7——–|————————–|————————–|
A|————————–|——————–7–7–|–5–5–5–5–5–5–5–5–|–5–5–5–5–5–5–5–5–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|——————3—5/–|——–3–3–5–3—–0–|–2–/9——-7–7–5–7–|—–5–5–3–3–2–3–2–|
A|–5–/12–12–5———–|—–5————–2—–|————————–|————————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|—–/7—7——-3—5—|–5–3–3–2–2–3–3–5–|——–2—–3–2—-/10-|—10-/12-10–9–5——–|
A|–5———–5———–|————————–|–3——–3——–3—–|——————–7–5–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|——-/7–5—–5–4—–|————————–|——-/7–5—–5–4—–|
D|————————–|—–5—————–5-|————————–|—–5—————–5-|
A|–3–3–3–3–3–3–3–3–|–3———————–|–2–2–2–2–2–2–2–2–|–2———————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|————————–|————————–|————————–|————————–|
A|–1–1–1–1–1–3–1–0–|–0–0–0–0–3–0–3–0–|–5–5–5–5–5–5–5–5–|–5–5–5–5–5–5—–5–|
E|————————–|————————–|————————–|——————–5—–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|———————-5/–|—–5–3–3–2–2–5–2–|–2–/9——-7–7–5–7–|–7–5–5–3–3–2–3–2–|
A|——–5—–5–0–5—–|————————–|————————–|————————–|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

G|————————–|————————–|————————–|————————–|
D|—–/7—7——-3—5—|–5–3–3–2–2–3–3–5–|————————–|———9-10————-|
A|–5———–5———–|————————–|–3—–3—–3–3–3—–|–3–/10——————|
E|————————–|————————–|————————–|————————–|

Rabu, 03 Juni 2009

Cara Menentukan Nada Dasar

Dalam bermain bass sangat penting untuk mengetahui nada dasar dari lagu yang akan kita bawakan. Karena apabila salah mendeteksi nada dasar sebuah lagu maka dijamin anda bakalan bermain bass dengan amat sangat anehnya, karena tidak akan ada satupun nada yang kita mainkan sebagai improvisasi yang masuk ke nada dasar lagu yang kita bawakan. Lalu bagaimana cara yang paling cocok buat menentukan sebuah lagu itu bermain di nada dasar apa.

Dari banyak cara, ada satu artikel dari majalah Bass Player by Dave la Rue yang akan saya share buat teman semua disini..tentang bagaimana menentukan nada dasar sebuah lagu. Caranya mudah, cuma harus mengerti major & minor triad.

Mungkin teman semua sudah sangat familiar dengan yang namanya major or minor triad. Yakni 3 nada yang dirangkai sebagai bagian dari improvisasi. Coba perhatikan urutan nada di bawah ini:

C Major ---------> C D E F G A B C'

I untuk C triadnya adalah : C E G --------> major
II untuk D triadnya adalah : D F A --------> minor
III untuk E triadnya adalah : E G B ---------> minor
IV untuk F triadnya adalah : F A C ---------> major
V untuk G triadnya adalah : G B D ---------> major
VI untuk A triadnya adalah : A C E ----------> minor

Karena untuk semua chord berlaku hal yang sama, maka digunakanlah roman numerals I, II, III...etc untuk menandai.
Dari urutan chord C major itu diperolehlah rumus sebagai berikut :

Rumus :

I chords selalu major
II chords selalu minor
III chords selalu minor
IV chords selalu major
V chords selalu major
VI chords selalu minor
VII chords selalu diminished

atau secara singkat 1,4,5 selalu major; 2,3,6 selalu minor dan 7 selalu diminished.

Contoh 1 :

Coba anda perhatikan dan menebak nada dasar apa lagu berikut ini :

D G Bm A D ---------> Misalkan kita berasumsi bahwa progress chord ini bernada dasar G maka coba kita analisa

G A B C D E F
I II III IV V VI VII

Analisa :

1. Chord D -----> dalam G major chord D menempati posisi chord V;
yang mana menurut rumus kita V chords adalah selalu major (benar)
2. Chord G ------> dalam G major chord G menempati posisi chord I ;
yang mana menurut rumus kita I chords adalah selalu major (benar)
3. Chord Bm ----> dalam G major chord B menempati posisi chord III;
yang mana menurut rumus kita III chords adalah selalu minor ( benar)
4. Chord A -------> dalam G major chord A menempati posisi chord II;
yang mana menurut rumus kita II chords adalah selalu minor (salah)

Dari fakta nomor 4 baru kita bisa mengetahui bahwa jika nada dasar lagu ini dari G seharusnya chord A dalam lagu itu adalah A minor dan bukan A major. Yang benar adalah, nada dasar untuk urutan chord di atas adalah D major. Karena dalam D major terdapat G major, B minor, A major dan pastinya D major.

Contoh 2 :

Am F G C Em

Contoh 3 :

B C#m E G#m F#m

Selamat Berlatih!!!!

Senin, 01 Juni 2009

Metode Mute Pada Slap Dengan Playing Hand

Pada postingan kemarin saya sudah menyinggung mengenai slap pada bass. Mungkin ada pembaca yang masih kurang puas dengan postingan terdahulu mengenai masalah slap. Pada postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan lebih jauh tentang slap.

Kali ini kita akan mengatur lamanya string bergetar dengan meredamnya atau menghentikan getarannya dengan menggunakan Playing Hand.

Mainkan riff di bawah ini:









Slap string E kemudian letakkan jari (Playing Hand) diatas string yang bergetar (tetapi tidak sampai menyentuh fret) agar getarannya berhenti. Inilah metode Mute yang saya maksud.

SPECIAL NOTE:
Cobalah dengarkan lagu Van Halen ‘Run with the Devil’. Perhatikan permainan bass Antony dalam Intro lagu. Seperti ada denyutan bass. Buat suara, hentikan sama sekali, buat suara lagi, hentikan lagi... begitu seterusnya. It’s so simple...

Ghost Note sebenarnya menurut saya bukan suatu nada, tapi hanya sebagai beat perkusif dalam barisan notasi. Jika Mute digunakan untuk menghentikan sustain string, maka Ghost Note dimainkan pada saat Mute dilakukan. Artinya begini: Letakkan Playing Hand di atas string (seperti melakukan Mute), kemudian petik/Slap string.

Satu hal lagi, metode ini hampir sama dengan metode Harmonic, namun jika dicermati Harmonic akan mempunyai resonansi yang lebih besar dari Ghost Note. Harmonic juga mempuyai Titik Spot tertentu, sedangkan Ghost Note menurut saya bisa dimana saja.

Perhatikan riff Slap & Pop di bawah ini:








Selamat berlatih!!!

Kamis, 28 Mei 2009

Slap Scale

Pada postingan kali ini saya akan menjabarkan mengenai skala pada saat kita bermain slap. Bassis perlu mengetahui skala yang digunakan untuk bermain slap agar permainan tidak terdengar sembarang pukul dan sembarang tarik. Latihan slap berikut ini bisa di jadikan pilihan apabila teman-teman bassist semua ingin bermain nada-nada yang biasa dimainkan dengan finger menjadi lebih variatif dengan slap.

Contoh 1 : C major scale

Nada senar tehnik

C A DOWN
D A UP
E D PLUCK
F D DOWN
G D UP
A G PLUCK
B G DOWN
C G UP


Contoh 2 : C minor scale (Aeolian)

Nada senar tehnik

C A DOWN
D A UP
Eb A PLUCK
F D DOWN
G D UP
Ab D PLUCK
Bb G DOWN
C G UP

Kedua latian ini bisa dijadikan basic untuk memainkan slap singing nantinya apabila masing-masing jari telah memiliki tingkat independen seperti saat kita bermain finger.

Selamat berlatih!!

Tehnik dan Mekanisme Slap

Teknik slap merupakan teknik yang penuh ritmik dan gaya perkusi. Dasar dari teknik permainan slap adalah pergerakan Thumb(T) dan Pluck(P). Maksudnya adalah menamparkan ibu jari kanan ke sebuah senar bass yang diikuti dengan cabikan jari tangan yang lain ke senar yang berbeda. Jika memainkan teknik slap, anda harus menemukan posisi yang tepat dan nyaman bagi anda. Teknik slap biasa dimainkan di aliran jenis musik funk dan R&B. Tetapi sesuai dengan perkebangan zaman, teknik ini dapat digunakan pada jenis musik apapun. Yang utama dalam memainkan teknik slap adalah mendahulukan untuk bermain bersih kemudian baru bermain cepat. Pada intinya slap itu memadukan 2 oktaf yang berbeda.

Pada tahap awal coba anda tempatkan jari telunjuk kiri di senar 3 fret ke-3, kemudian tempatkan jari kelingking kiri anda di senar 1 fret ke-5. Sekarang coba Tumb (T) and Pluck (P) di posisi jari tsb. Artinya tamparkan ibu jari kanan ke senar 3 diikuti cabikan telunjuk kanan pada senar 1. Ini yang saya maksud dari memadukan 2 oktaf yang berbeda pada nada dasar C.

Dalam permainan slap kita tidak boleh sembarang untuk memainkannya. Tidak sembarang pukul dan sembarang tarik, melainkan ada yang harus diperhatikan diantaranya, mekanisme dan scale dalam permainan slap itu sendiri. Berikut saya ingin berbagi tentang mekanisme dan scale itu sendiri. Namun untuk postingan kali ini saya akan menjabarkan dulu mengenai mekanisme bermain slap.

Mekanisme Slap:
1. Menggunakan kekuatan pergelangan tangan
Biasanya mekanisme ini digunakan untuk slap2 yang butuh kecepatan tinggi ataupun tehnik yang sulit seperti down up pluck, double pluck, dll sehingga tidak perlu menggunakan motion dan power tangan yang berlebih.

2. Menggunakan kekuatan lengan tangan
Mekanisme ini biasanya digunakan untuk slap yang cenderung lebih perkusif seperti slap2 marcus miller ( pattern drum) sehingga mempunyai hentakan yang lebih terasa dan lebih bertenaga. Sedangakan Flea merupakan gabungan keduanya. Apabila dia membutuh slap bertenaga dia menggunakan tenaga dari lengan, apabila mau yang lebih speed dia menggunakan tenaga dari pergelangan tangannya.

Senin, 25 Mei 2009

Kunci Dasar Bass

Sebelum mempelajari bagaimana bermain bass yang benar, anda perlu mengetahui dan mempelajari seluk-beluk bagaimana cara memainkan bass. Untuk memainkan jari-jari pada papan fret gitar bass, anda harus mengetahui kunci-kunci dasar pada gitar bass. Berikut ini saya berikan 7 kunci dasar dalam bermain bass.

- Kunci A










- Kunci B










- Kunci C










- Kunci D










- Kunci E










- Kunci F










- Kunci G











Titik bulat berwarna hitam merupakan titik dimana jari menekan fret. Seperti contoh pada kunci A, tekan senar 4 pada fret ke-5 maka akan berbunyi nada kunci A. Pada gambar, terlihat garis senar yang ditebalkan. Ini artinya senar tersebut dibunyikan tanpa ada tekanan pada fret.

Sabtu, 23 Mei 2009

Belajar Bass Bagi Pemula

Untuk belajar bass sebaiknya anda belajar gitar terlebih dahulu, karena orang yang dapat bermain gitar otomatis bisa bermain bass, namun jika anda bisa bermain bass tidak otomatis bisa bermain gitar. Kunci dan nada pada gitar bass tidak terlalu jauh berbeda pada gitar, sehingga ada baiknya jika anda belajar kunci dasar gitar dahulu. Selain itu anda bisa menghemat uang, karena tidak perlu membeli bass, tetapi cukup gitar kayu yang murah saja sudah cukup.

Belajar bermain gitar awalnya memang sulit dan terkadang membuat stres orang yang mempelajarinya. Untuk bermain gitar anda harus siap merasa agak sakit pada ujung jari kiri anda, karena akan digunakan untuk menekan senar untuk membuat formasi kunci gitar. Terkadang harus membuat ujung jari kita menjadi kapalan maupun melendung baik jari di tangan kiri maupun kanan. Untuk mendapatkan sesuatu anda memang harus mengorbankan sesuatu.

Jika anda berencana untuk kursus sebaiknya anda jangan ikut kursus sebelum menguasai tehnik dasar tempo lagu, kunci dasar gitar dan kocokan gonjreng pada gitar. Jika anda belum menguasai hal itu anda hanya akan memperlama masa kursus anda yang akan menghabiskan uang.

Untuk menghemat biaya anda bisa belajar pada teman, saudara atau tetangga yang anda kenal baik dan bisa bermain gitar. Jika tidak ada yang bisa bermain gitar maka anda harus belajar otodidak alias belajar sendiri.

Yang diperlukan untuk belajar gitar sendirian :
- Gitar apa saja boleh kayu dan boleh lisrik
- Buku atau majalah lagu-lagu yang ada kunci gitarnya beserta petunjuk kunci gitar
- Kaset, CD atau MP3 lagu yang ada di buku lagu
- Kemampuan stem atau menyetem gitar

Untuk memulai latihan anda harus menyetem gitar anda terlebih dahulu agar suara 6 senar gitar bisa harmonis dan tepat. Jika tidak distem maka anda tidak akan bisa belajar, karena suaranya tidak mungkin pas. Untuk menyetem gitar anda bisa meminta pertolongan orang lain atau stem sendiri dengan insting. Untuk masalah stem gitar anda bisa mencari buku panduan bermain gitar di toko buku.

Jika anda mau stem sendiri, maka caranya adalah dengan menyamakan fret ke 5 suatu senar dengan satu senar setingkat di bawahnya pada fret 0. Kecuali pada senar ketiga dari bawah yang harus distem pada fret ke 4 dengan fret 0 di senar kedua dari bawah. Anda harus menggunakan filing anda apakah suara suatu fret dengan fret di bawahnya sudah sama suaranya. Jika tidak sama putar-putar pengendali tegangan senar pada ujung gitar sampai pas.

Jika sudah OK, maka selanjutnya anda tinggal mencoba gonjreng pada kunci standar sampai jari anda anda terbiasa dengan posisi masing-masing kunci. Kemudian coba buka buku lagu-lagu yang ada kunci gitarnya, lalu coba ikuti perubahan dari kunci ke kunci dengan tempo yang sesuai dengan aslinya sebisa mungkin berdasarkan filing anda.

Jika sudah bisa maka anda bisa mencoba bermain bareng dengan suara kaset atau lagu yang sebenarnya. Namun syaratnya adalah steman pada gitar anda sesuai dengan steman yang ada di kaset dan kunci lagu yang ada di buku atau majalah juga benar sesuai dengan yang di kaset dan gitar anda.

Jika anda sudah agak lancar, anda bisa melanjutkan ke kursus atau inovasi sendiri belajar hal-hal lainnya dari buku atau kenalan anda. Jika sudah menguasai anda bisa membentuk grup band anda sendiri bersama orang lain dan bisa memulai untuk belajar memainkan gitar bass dengan modal pengetahuan awal dari belajar bermain gitar.

Selamat berlatih!!